Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2011

Sms Ramadan Mutiara

Untuk sobat dekat

Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu.
Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita.
Terutama aku yang sering ngerepotin kamu.
Met puasa dan Maafkan Lahir Batin.

eLu MeMaNg SoBaT gUe YaNg TeRbAiK
sAmPaI tErKaDaNg GaK kErAsA sEenAkNyA
gUe NgAtAiN lUe n NgEjEkIn Lu SeMaUnYa
MaAfiN gUe BuKaN mAksUd NgErEnDaHiN
jUsTrU kArEnA lUe AdAlAh SePeRtI
bAgIaN dArI dIrI gUe
MeT pUaSa Ya!

Untuk orang tua/ayah/ibu

Ayah dan Ibu sudah menukar seluruh jiwa
semata untuk kebahagian aku
Dan sampai saat ini belum tentu aku bisa
mengganti dengan kebahagian untuk Ayah dan Ibu berdua.
Selamat Beribadah Puasa, Ayah, Ibu
Mohon maaf lahir dan bathin.
Ananda, Irwan di Jogja.

Untuk orang tua/ayah/ibu dalam Bahasa Sunda

Wilujeng Sasih Siam
Kanggo Apa, Mamah sareng Kulawargi di Bumi.
Neda sih hapunten samudaya kalepatan
nu dihaja sinareng henteu.
Mugia ibadahna salawasna aya dina kamulyaan.
Ti Deden, eNeng sareng Anggun di Jogja.

Untuk kenalan kantor/relasi/teman jauh/tetangga

Satu tahun tidak terasa
Ramadhan telah kembali kengunjungi kita
Semoga yang dilalui dan dilakukan
Menjadikan kebaikan di bulan suci ini
Marhaban yaa Ramadhan
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Irwan & Keluarga

Untuk bos/atasan/ atau seseorang yang disegani

Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu.
Semua menyambut datangnya Seribu Bulan.
Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Irwan sekeluarga, Jogjakarta.

Untuk pacar :)

Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu.
Segalanya adalah untukmu.
Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna
selalu saja ada kata dan kesalahan
yang mungkin bisa menyakiti hatimu.
Selamat berpuasa sayang, terimalah maafku.
Bersama 1000 cinta, Aa.

Mungkin baru 90 hari kita berpacaran
namun tidak lebih banyak aku bisa
membuat kamu ceria dan bahagia.
Beri aku lebih banyak hari, bulan, bahkan tahun,
untuk dapat lebih membahagiakanmu.
Bersama bulan suci ini, kita rajut kembali
benang-benang pengertian diantara kita.
Aa, lahir dan bathin.

Maaf kalo selama ini aku suka bikin kamu kesal.
Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu.
Tapi aku 100% cinta kamu.
Met Puasa, maafkan aku lahir dan batin ya.
I Love U.

Untuk istri

Ayah menyadari sepenuhnya masih banyak
mimpi kita yang belum bisa diwujudkan.
Ramadhan tahun ini semoga kembali
menghadirkan kebahagiaan ke rumah kita.
Selamat beribadah puasa ya Bu,
jangan bosan bangunkan tidur ayah saat sahur.
Mohon maaf lahir dan bathin.
1000 Kisses, Ayah.

Lainnya

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi.
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa.
Hidup ini terasa indah jika ada maaf.
Taqabalallahu Minna Waminkum…

Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu
Silahkan kesah, kau bukan takdirku
Mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku,
dan Allah adalah kasihku.
Maafkan segala kesalahan.


Walaupun Hati gak sebening XL dan secerah MENTARI. Banyak khilaf yang buat FREN kecewa, kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa dan kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya yang selalu membuat kita HOKI dalam mencari kartu AS selama kita hidup karena kita harus FLEXIbel untuk menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini…dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA.. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
Esok adalah harapan sekarang adalah pengalaman kemarin adalah kenangan…yang tak luput dari ke khilafan mohon maaf lahir dan Batin..Semoga RAMADHAN kali ini lebih baik dari RAMADHAN tahun lalu..amin….
anak melayu mengail ikan,perahu berlabuh ditengah lautan,sambil menunggu dtgnya ramdhan jari ku susun mohon ampunan,selamat menyambut bulan suci ramadhan bagi semua umat muslim..
sobAT2 que se tanah air, marilah sama2 kita persiapkan diri menuju Bulan Penuh Rahmat Berkah AmPuNaN,,, Mari Saling Memaafkan Segala KesalaHaN dan KeKhiLaFan AgaR PenUh MaKnA dlm Menyemai Keiklasan, MeMuPuK KeSaBaRaN, MeNuMbUhKaN SeMaNgaT IbAdAH GuNa MeMeTiK “KEMENANGAN BESAR”…. Insy4JJ1.
MaRhAbAN ……………Ya…………..RaMaDhaN………..
(salam Persaudaraan Dari Cianjur)
Mungkin hari-hari yang lewat telah menyisakan sebersit kenangan yang tak terlupa…..,ada salah, ada khilaf, ada dosa yang mengikuti perjalanan hari – hari itu.
agar tak ada sesal, tak ada dendam, tak ada penyesalan ….
mari kita sama-sama sucikan hati,diri,dan jiwa kita.
Marhaban Yaa Ramadhan………………
tak terasa satu tahun telah terlewat kan kini ia mengunjungi kita lagi Ramadhan Yamarhaban Bulan Penuh Berkah, Bulan Penuh Rahmad, Bulan Penuh Ampunan ……. Sungguh mualia Bulan Suci Rahmadhan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa …
Jika hati ini seringkali jengkel,
Jadikan ia jernih sejernih XL,
Jika hati ini seringkali iri,
Jadikan ia cerah secerah MENTARI,
Jika hati ini seringkali dendam
Jadikan ia penuh kemesraan FREN
Jika hati ini seringkali dengki
Jadikan ia penuh SIMPATI
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa,
Raihlah HOKI
Raihlah JEMPOL dari Ilahy
Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa beningkan hati seperti XL,
Dapat berpikir luas seperti SIMPATI,
memberi maaf secara cuma2 seperti AS,
memberi banyak kesempatan seperti IM3,
murah senyum seperti JEMPOL,
& yang palingg penting kita dpt berpikir cerah seeprti MENTARI.
Sebelum cahaya Illahi dipadamkan,
sebelum langit runtuh,
sebelum pintu taubat ditutup,
sebelum malaikat menjemput,
sebelum ramadhan tiba,
maaf kalau ada perkataan yg menyinggung sampai telinga panas seperti ESIA
Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.
Sebelum cahaya padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
saya mohon maaf lahir dan bathin….
Jika semua HARTA adalah RACUN maka ZAKAT-lah penawarnya,
Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAQWA&TOBAT lah obatnya,
Jika seluruh BULAN adalah NODA maka RAMADHAN lah pemutihnya,MOHON MAAF LAHIR&BATHIN,SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.
Bila hati saling terpaut rasa cinta terjalin indah
Bila salah & Khilaf telah terjadi maka Mohon Maaf
Lahir & Batin atas kesalahan,
“Marhaban Ya Ramadhan”
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Semoga kita selalu diberkahi dibulan yang penuh mahrifah
jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung,jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman……..
marhaban ya ramadhan…………….
selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin
gersang bumi tanpa hujan..gersang akal tanpa ilmu,,gersang hati tanpa iman..gersang jiwa tanpa amal..
marhaban ya ramadhan…………….
selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin
Ya Allah……
Perkayalah Saudaraku ini dengan keilmuan
Hiasi hatinya dengan kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindalah fisiknya dengan kesehatan
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan,,,,,,,,
Mohon maaf lahir dan bathin…..

Mengoptimalkan Ibadah Ramadhan

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. Al-Baqarah : 183)

Bulan Ramadhan, bulan suci nan penuh hikmah itu sedang kita jalani. Ia telah menghampiri kita dengan segenap kemuliaannya. Sebagai hamba Allah yang beriman sudah semestinya kita bersiap-siap menyambut kedatangannya sebagaimana Rasulullah saw selalu mempersiapkan diri untuk menjalani Ramadhan, bahkan dua bulan sebelumnya. Para sahabat selalu berdebar-debar menanti kedatangannya karena takut tak mendapatkan bulan mulia tersebut. Bahkan, kata Allah, jika saja seluruh manusia takut keutamaannya niscaya mereka menginginkan seluruh bulan itu adalah Bulan Ramadhan. Ramadhan merupakan bulan ‘obral’pahala, ‘diskon’dosa besar-besaran, dan ‘doorprize’lailatul qadar.

Hal-hal apa saja yang harus kita persiapkan menyongsong Ramadhan? Berikut ini beberapa rambu agar Ramadhan kita kali ini tidak terlewat begitu saja.

Pertama, anggaplah Ramadhan kali ini adalah kesempatan Ramadhan terakhir. Kehilangan momentum Ramadhan kali ini, berarti kita kehilangan momentum yang sangat berharga untuk kelanjutan kehidupan setelahnya. Tak ada manusia yang mengetahui batas usia yang Allah berikan.

Kedua, sebisa mungkin isilah Ramadhan dengan agenda yang jelas. Cantumkan langkah-langkah aktivitas yang harus dilakukan setiap hari, mulai bangun tidur, membaca dzikir setiap pagi hari, membaca Al-Qur’an, bekerja, shalat jamaah, dan sebagainya. Tujuannya agar kita lebih mudah melakukan evaluasi terhadap kuantitas ibadah yang dilakukan. Seperti ungkapan Amirul Mukminin Umar bin Khattab, “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab pada hari kiamat.”

Ketiga, jauhi sikap menunda-nunda amal ibadah. Berusahalah sekuat tenaga tidak mengorbankan agenda kegiatan yang telah disusun. Sekali saja kita mengalah dan mengorbankan agenda tersebut, akan sangat mempengaruhi turunnya semangat untuk melanjutkan langkah mengisi bulan Ramadhan.

Keempat, tanamkan sikap untuk tidak mudah tunduk pada perasaan lelah dari mengerjakan amaliyah Ramadhan. Inti dari langkah ini adalah mujahadah melawan keinginan untuk tidak melakukan amal ketaatan dengan berbagai alasan.

Kelima, lakukan muhasabah dan evaluasi harian sebelum tidur terhadap amal yang telah dilakukan. Munculkan tekad untuk bisa melakukan yang lebih baik di hari selanjutnya.

Keenam, hindari pekerjaan yang terlalu berat di siang hari. Hal ini sangat wajar, karena bagaimanapun di bulan Ramadhan kita memiliki tingkat aktivitas yang padat di malam hari, dengan berbagai macam ibadah. Terlalu lelah, bisa mengakibatkan tubuh malas dan bisikan syaitan pun semakin mempunyai alasan untuk melemahkan fisik kita.

Ketujuh, sedapat mungkin putuskan atau kurangi melakukan aktivitas yang bernuansa hiburan, yang tidak memiliki kaitan dengan ibadah di bulan Ramadhan. Pandangan mata, pendengaran telinga, dan segala aktivitas lahiriah akan sangat mempengaruhi kualitas ibadah dan amal sholeh yang dilakukan.

Kedelapan, sering-sering dan perbanyak bertemu dengan komunitas dan lingkungan yang mengajak kita untuk mengingat Allah. Perbanyak shalat di masjid, perbanyak berdiskusi dengan rekan-rekan yang mengingatkan pada hal-hal yang bermanfaat. Bertemu dan bergaul dengan orang-orang shalih akan memberi suplai semangat dan tenaga baru dalam jiwa kita untuk melakukan ketaatan.

Kesembilan, hindari terlalu kenyang ketika berbuka puasa. Ini kondisi yang sangat sering terjadi bagi orang yang berpuasa dan ternyata merusak nilai puasa. Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan, tidak ada wadah yang paling dibenci oleh Allah selain perut yang penuh dengan makanan halal.

Kesepuluh, tunaikan ibadah sunnah i’tikaf di masjid dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Berusahalah untuk berada di masjid di waktu malam agar bisa lebih berkonsentrasi beribadah dan menghidupkan malam. Sesungguhnya sepuluh hari terakhir adalah detik-detik perpisahan kita dengan Ramadhan yang sangat mulia dan dirindukan, karenanya saat itulah kita harus lebih memanfaatkan sebaik mungkin.

Dengan memperhatikan hal tersebut, semoga Ramadhan kita kali ini menjadi Ramadhan yang terbaik sepanjang sejarah Ramadhan yang pernah kita lewati

sumber : majalah tarbawi

Taubat & Istighfar untuk Dosa 200 Kali Zina

"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. 39:53)

Pagi itu di Madinah Al Munawarah dalam sebuah kesempatan Umrah di tahun 2007, seorang ustadz pembimbing dihadang oleh seorang jemaahnya saat sarapan pagi di restoran hotel. Jemaah tersebut meminta waktu sang ustadz untuk berkonsultasi sedikit dari permasalahan.


"Ustadz..., apakah bila seseorang mempunyai dosa yang menggunung kemudian dia bertaubat dan minta ampun kepada Allah maka taubatnya akan diterima?" Sambil tersenyum sang ustadz menjawab enteng, "Tentu taubatnya akan Allah terima!"


"Tapi ustadz, ada seorang sahabat saya yang kebetulan sedang berumrah dan ada di Madinah saat ini, dan ia ragu kalau taubatnya tidak diterima oleh Allah...!" sambung sang jemaah.

"Mengapa ia masih ragu?!" sahut pak ustadz. "Sebab dia pernah melakukan dosa zina, Ustadz!" tandas sang jemaah. Sambil menampakkan wajah penuh keteduhan dan keseriusan, sang ustadz berkomentar, "Peluang untuk bertaubat akan senantiasa terbuka untuknya...!". "Tapi ustadz, zina yang dia lakukan nggak cuma sekali...!" jelas sang jemaah.

"Memangnya berapa kali zina yang dilakukannya...?" tanya sang ustadz penasaran. "100 kali zina mungkin pernah dia lakukan, Ustadz!" imbuh sang jemaah. "Astaghfirullahal Adzhiim....!" terdengar sang ustadz beristighfar sebab kaget mendengarnya.

Terlihat rona dan mimik wajah sang ustadz berubah sebab keterjutan itu. Mendapati hal itu sang jemaah bertanya sekali lagi kepada gurunya tadi, "Kalau dosa zina sebanyak itu..., apakah ada kesempatan bertaubat untuknya, Ustadz?!"

Sang ustadz mengela nafas kemudian berkata, "Tentu..., kesempatan bertaubat akan selalu terbuka untuknya. Kedua tangan Allah Swt akan terbentang di waktu malam, agar orang yang berdosa di waktu siang sempat bertaubat. Kedua tanganNya pun akan selalu terbuka di waktu siang, agar orang yang berdosa di waktu malam sempat untuk bertaubat.


Pintu taubat selalu terbuka untuk hamba Allah sepanjang waktu. Baik siang, malam, pagi ataupun petang...!!!" Mendengar penjelasan ini sang jemaah merasa agak nyaman. Terdengar jemaah itu bergumam lalu ia pun melanjutkan bicara, "Kayaknya sahabat saya itu tidak berzina sebanyak 100 kali deh, Ustadz! "Mendengarnya sang ustadz berharap dalam hati bahwa angka zina yang dilakukannya tidak mencapai sebanyak itu. Namun sang ustadz teramat kaget begitu mendengar sang jemaah melanjutkan kalimatnya.
"Kayaknya 200 kali zina juga lebih dia lakukan...!!!" imbuh sang jemaah.


"ASTAGHFIRULLAHAL AZHIM....!!!" sang ustadz beristighfar kepada Allah dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya. Tak terbayang oleh sang ustadz tentang sosok hamba Allah Swt yang berani melakukan dosa zina sebanyak itu. Sang ustadz merenung dan memikirkan kelakukan manusia bejat ini, hingga rona wajah sang ustadz sungguh berubah secara drastis. Mendapatinya sang jemaah kembali mengejar, "Ustadz, kalau dosa sebanyak itu.... apakah bila ia bertaubat maka akan diterima oleh Allah?!"

Berat sebenarnya sang ustadz menata hati saat mendengar peristiwa ini. Namun sang ustadz mencoba untuk tersenyum dan meyakinkan jemaahnya dengan ucapan, "Meski dosa tiada terhitung. Meski dosa setinggi langit, bahkan bila dosa itu sepenuh bumi.

Selagi sang hamba bertaubat dan beristigfar kepada Allah, maka pasti Allah Swt akan menerima taubat dan memberi ampunan untuknya!
Jawaban ustadz terakhir membuat sang jemaah merasa lega. Ia mulai tersenyum dan kemudian mengatakan, "Alhamdulillah...., kalau memang demikian maka saya akan menyampaikan kabar ini kepada sahabat saya itu.

Semoga ia yakin bahwa taubatnya akan Allah terima. Tapi ustadz, supaya dia bisa dengar langsung... bisakah saya ajak dia untuk bertemu dengan ustadz?". "Dengan senang hati saya bersedia berjumpa dengannya. Silakan datang ke kamar 709. Saya tunggu ya di kamar pukul 8 pagi ini...! terang pak Ustadz. Sejurus kemudian sang ustadz meninggalkan jemaahnya di meja restoran.

Beliau pergi menuju kamarnya sambil terus berucap istighfar kepada Allah Swt karena sulit membayangkan betapa besar dosa yang dilakukan oleh hamba Allah Swt seperti yang diceritakan jemaahnya. Beliau masuk ke kamar, lalu tepat pukul 8 pagi, sang ustadz mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.

Sang ustadz sigap bangkit untuk membuka pintu, dan ia menduga di balik pintu kini sudah berdiri dua orang manusia. Pertama adalah jemaah yang sudah dikenalnya, dan satunya lagi adalah sahabat jemaahnya yang katanya pernah melakukan dosa zina bahkan 200 kali lebih!

Sayang..., begitu sang ustadz membuka pintu ternyata di sana hanya berdiri sesosok pria yang tiada lain adalah jemaahnya sendiri. "Mana sahabatmu yang mau konsultasi...?" sang ustadz menanyakan. "Tadinya dia sudah mau ke sini, namun setelah berpikir beberapa lama ia mengutusku saja untuk menemui ustadz. Dia bilang, ia malu berjumpa dengan ustadz!" jelas sang jemaah.

"Ya sudah kalau begitu, silakan masuk!" sahut pak ustadz. Jemaah itu kemudian masuk ke kamar sang ustadz. Dia duduk di salah satu kursi yang ada dalam kamar itu. Sedikit pembicaraan awal pembuka suasana mulai terdengar, hingga sang jemaah itu kembali bertanya hal yang sama kepada sang ustadz, "Apakah bila dosa zina bahkan hingga lebih 200 kali akan bisa diampuni oleh Allah bila sang hamba mau bertaubat...?!" Sang ustadz mencoba meyakinkan dengan berbagai macam dalil Al Quran dan hadits yang menyatakan bahwa Allah Swt adalah Maha Penerima taubat.

Berkali-kali usai membacakan dalil sang ustadz menegaskan, "Pasti Allah Swt akan menerima taubat hambaNya!!!" Jawaban-jawaban ustadz itu rupanya sudah cukup melegakan bagi sang jemaah. Usai berdiskusi selama setengah jam lamanya akhirnya sang jemaah kemudian menyalami tangan sang ustadz.

Dengan mata berkaca-kaca jemaah itu kemudian berkata, "Ustadz mohon maaf ya..., orang durjana yang berzina lebih dari 200 kali itu tiada lain adalah saya orangnya!!!" Bagai disambar petir sang ustadz teramat kaget mendengarnya.

Seolah tak percaya mendengar penuturan itu, kedua mata sang ustadz memandangi jemaahnya yang kini sedang menangis di hadapannya mulai dari atas ke bawah hingga dia pandangi dengan cara yang sama berulang-ulang. "Kok bisa ya, ia melakukan semua dosa ini...?!" gumam sang ustadz dalam hati. Namun sang ustadz menyadari bahwa ia sudah menjamin pintu taubat bagi pelaku zina sebanyak ini.

Ia tidak akan menarik ucapannya lagi! Akhirnya sang ustadz memeluk jemaahnya dan ada kehangatan iman yang kini menjalar masuk menembus relung hati sang jemaah.

"Maafkan saya, Ustadz! Saya harus berbohong dalam masalah ini. Saya semula khawatir ustadz akan marah kepada saya bila tahu saya melakukan dosa sebanyak ini... Makanya saya berpura-pura bahwa yang melakukan ini adalah sahabat saya.

Sungguh saya ingin bertaubat kepada Allah Swt atas semua dosa zina yang pernah saya lakukan. Apalagi sekarang Allah Swt sudah beri saya seorang istri shalihah yang berjilbab.

Bahkan dua orang anak saya adalah perempuan. Setiap kali mau pergi meninggalkan rumah, saya merasa amat khawatir bila mereka bertiga akan digagahi oleh pria lain, seperti yang sering saya lakukan dengan banyak wanita.

Saya gak sanggup menanggung dosa ini, Ustadz...!!!" Sang ustadz merasa iba dan haru mendengar penuturan taubat seorang jemaahnya. Beberapa petuah untuk bertaubat dan beristighfar diajarkan oleh sang ustadz untuk ketenangan hati jemaahnya. Akhirnya usai mendapatkan ketenangan batin itu, sang jemaah berpamitan dan ustadz pun melepasnya hingga ke depan pintu kamar. Lalu pintu itu pun tertutup kembali.

Sang ustadz menghirup nafas yang dalam usai tamunya pergi. Kini sang ustadz mulai mengerti betapa berat beban dosa yang dipikul orang pelakunya. Dan betapa usai bertaubat dan beristighfar kepada Allah terdapat banyak kedamaian, ketenangan dan ketentraman jiwa. "Sungguh taubat & istighfar akan membawa orang yang melaksanakannya bersih jiwa dan pikiran!!!" simpul pak Ustad.

Doamu Telah Terkabul



Ibnu Abi Al-Dunya menceritakan bahwa ada seseorang mimpi bertemu dengan Nabi Saw। Dalam mimpinya itu beliau berkata: “Pergilah kepada orang Majusi yang berada di Baghdad. Katakan kepadanya: Doamu telah terkabul.”


Orang tersebut bercerita: Pada pagi harinya aku berpikir: Bagaimana aku bisa menemui orang Majusi itu. Pada malam berikutnya aku bermimpi yang sama. Pada malam yang ketiga aku juga mengalami mimpi yang sama. Maka pada pagi hari aku pun pergi ke Baghdad dan menemui orang Majusi itu. Ternyata dia adalah seorang saudagar yang kaya raya.

Kemudian aku masuk dan mengucapkan salam. Ia bertanya: Apakah kamu ada keperluan? Aku menjawab: Ya. Ia berkata: Katakan. Aku berkata: Kita harus berbicara empat mata. Kemudian orang-orang yang ada di situ keluar dan tinggallah para sahabatnya. Aku berkata lagi: Mereka juga harus keluar. Maka ia menyuruh mereka keluar dan berkata: Silahkan katakan.

Aku berkata: Saya adalah utusan Rasulullah Saw, yang mana beliau berkata kepadamu: Doamu telah dikabul. Ia bertanya: Apakah kamu mengenalku? Aku menjawab: Ya. Ia berkata: Aku tidak mempercayai Islam dan juga risalah Muhammad. Aku berkata: Aku juga telah mengatakan kepada beliau bahwa kamu tidak mempercayainya, tetapi beliau mengutusku untuk menyampaikan ini kepadamu. Ia bertanya: Beliau mengutusmu kepadaku? Aku menjawab: Ya. Ia kemudian berkata: Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.

Kemudian ia memanggil sahabat-sahabatnya seraya berkata: Aku pernah berlabuh dalam kesesatan, dan sekarang telah kembali kepada yang benar. Oleh karena itu, barang siapa yang masuk Islam, maka ia akan memiliki apa yang telah aku berikan. Tetapi barang siapa yang enggan masuk Islam, maka ia harus menanggalkan apa yang pernah aku berikan. Mendengar tuannya berbicara seperti itu, maka sebagian besar dari mereka masuk Islam.

Lantas ia memanggil anak lak-lakinya seraya berkata: Aku pernah sesat, dan sekarang aku telah masuk Islam. Apa yang akan kamu lakukan? Anaknya menjawab: Wahai ayahku, aku pun akan masuk Islam. Setelah itu, sang anak masuk Islam.

Kemudian ia memanggil anak perempuannya seraya berkata: Anakku, aku beserta saudaramu telah memeluk Islam. Oleh karena itu, jika kamu masuk Islam, maka aku akan pisahkan kamu dari saudaramu, karena pernikahan antar saudara dalam Islam hukumnya haram. Anak perempuannya berkata: Wahai ayahku, demi Allah, sesungguhnya sejak awal aku sangat membenci pernikahan kami berdua, dan sekarang aku memeluk Islam.

Setelah itu, ia bertanya kepadaku: Apakah kamu tahu doa yang diijabah itu? Aku menjawab: Tidak. Ia kemudian menjelaskan: Ketika aku menikahkan putriku dengan putraku, aku membuat pesta yang meriah dan aku mengundang semua orang. Mereka semuanya berdatangan karena aku adalah orang yang kaya raya. Ketika pesta makan-makan selesai, aku merasa lelah. Kemudian aku menyuruh pembantuku untuk menghamparkan tikar di atas rumah. Sementara itu, di samping rumahku tinggallah orang-orang miskin yang merupakan keluarga Nabi Saw. Ketika akan tidur, aku mendengar seorang anak berkata kepada ibunya: Wahai ibu, oang Majusi ini telah menyakiti kita dengan semerbak bau makanannya.

Mendengar ucapan si anak itu, aku langsung terhentak dan membawakan makanan dan uang yang banyak, dan pakaian kepada mereka. Ibu tadi berkata: Semoga Allah mengumpulkanmu dengan kakekku. Adapun yang lain mengamininya. Itulah yang dimaksud dengan doa yang terkabul itu (Kitâb Al-Tawwâbîn: h. 199, 200).

Sabtu, 09 Juli 2011

Operator Incar Pertumbuhan Pesat di Ramadan

Tidak seperti hari-hari lain, hari-hari di bulan suci umat muslim yakni bulan Ramadan trafik jaringan telekomunikasi di malam hari tetap tinggi. Malah di waktu tertentu, trafik jaringan mencapai di atas load di jam kerja.

Menurut Syakieb Sungkar, Vice President Sales & Distribution Axis, trafik jaringan di bulan Ramadan umumnya lebih tinggi di malam hingga pagi hari, kemudian menurun dan kembali naik di sore harinya.

“Untuk itu, jika pada bulan-bulan lain kami meraih pertumbuhan sekitar 10 persen, di bulan Ramadan kami memperkirakan setidaknya akan meraih pertumbuhan hingga 20 persen,” kata Syakieb saat meresmikan progam Ramadan di Jakarta, 7 Juli 2011.

Program yang disebut Berkah Blak-blakan itu ditujukan untuk memfasilitasi pengguna yang membutuhkan komunikasi terjangkau di malam hari selama Ramadan.

Syakieb menyebutkan, peningkatan pendapatan selama Ramadan itu juga terjadi di seluruh layanan. “Kalau di-breakdown, peningkatan 30 persen terjadi di layanan data, 30 persen di layanan SMS, serta 40 persen peningkatan di layanan voice,” ucapnya.

Meski akan terjadi lonjakan trafik, namun Syakieb mengklaim bahwa jaringan Axis masih mampu mencukupi kebutuhan. “Kapasitas BTS yang ada saat ini masih mencukupi. Tahun depan baru kami akan menambah BTS baru,” ucapnya.

Dari sisi pengguna BlackBerry, dari sekitar 120 ribu pelanggan BlackBerry yang dimiliki hingga semester pertama 2011, pertumbuhannya diperkirakan hanya akan mencapai 150 ribu pelanggan di akhir tahun ini. “Pertumbuhan pelanggan BlackBerry mungkin tidak banyak, apalagi saat ini Android sedang marak,” ucap Syakieb. (eh)

Sahabat Blog